Sabtu, 23 Juni 2012

Matahari Sore

Kencana itu pergi. Tinggalkan asap yang dibuangnya jauh-jauh.
Melaju kencang menuju selatan.
Saban sore menemaniku. Memandang sekitar.
Aku sendiri sekarang. Melihatmu dari kejauhan, pergi jauh secepat yang ku kira.
Matahari Sore itu tanda saksi buta Kita. Dia tersenyum kecil, berkata "Hai! cepatlah berlalulah Kalian. Cepatlah lepaskan belenggu Kalian. Karna Aku sudah akan bergantian dengan si Bulan yang akan menyinari malam harimu!". Dia terdiam.
Dia berdiam seribu bahasa terus memancarkan sinarnya sejuknya melepasmu dari pelukanku.
ya. Matahari Sore.

Aku yang Berjuang
Panas yang memanggang bagiku kurasa tak cukuplah memberhentikan langkahku, mengurungkan niatku.
Tak apalah. Untuk kali ini saja.
Tersenyum bibirku melambaikan rinduku yang bersalam untukmu.
Hei. Kau yang disana. Baik-baiklah. Jaga dirimu. Sebaik-baiknya Aku menjaga diriku.
Aku merindukanmu.
Kelak.
Pada waktu yang kembali Kita bertemu. Kembali saling memberi senyuman lebar Kita.

Love You


Surabaya, 18 Juni 2012 ...

2 komentar: